Continuous Improvement

Setiap perusahaan berusaha menjadi yang terbaik di bidang usahanya. Hal ini membutuhkan suatu proses perbaikan yang berkelanjutan di dalam internal perusahaan. Adanya program Continuous Improvement di dalam suatu perusahaan akan mendorong peran serta seluruh karyawan dalam peningkatan kinerja satu perusahaan.

CLE Indonesia memberikan solusi Operational Excellence dan menyediakan program untuk merancang dan mengimplementasikan rencana perbaikan berkelanjutan menggunakan sistem yang diakui secara global seperti Six Sigma dan Lean. Kami membantu Anda untuk memahami dan melaksanakan perubahan mendasar seperti untuk mengurangi biaya, peningkatan kecepatan, kepuasan konsumen, kepuasan karyawan. Program continuous improvement kami disampaikan dengan pelatihan dan pelaksanaan proyek tergantung kebutuhan Anda. Pelatihan kami terdiri dari :

1. LEAN SIX SIGMA INTRODUCTION

DESKRIPSI

Six Sigma merupakan metodology yang sangat ampuh untuk menekan variabilitas dan meningkatkan kapabilitas proses untuk mengeliminasi defect melalui DMAIC methodology dan teknik statistik. Lean adalah teknik mengeliminasi waste dan menciptakan proses yang mengalir melalui penerapan prinsip Lean. Namun menerapkan Lean Six Sigma saja memiliki keterbatasan. Dengan Six Sigma, defect dapat dieliminasi tetapi tidak bisa bisa menjawab bagaimana membuat proses mengalir, sedangkan dengan Lean meskipun prosesnya mengalir, namun dengan defect yang masih ada maka akan mempengaruhi aliran material dan proses yang ujung-ujungnya mempengaruhi performance perusahaan.

Pelatihan Lean Six Sigma ini mengintegrasikan teknik dan tools yang aplikatif dan teruji dalam menyelesaikan maslaah yang terjadi di tempat kerja.

PROFIL AUDIENCE

Support role, supervisor, manager atau seseorang yang fokus terhadap continuous improvement.

LEARNING OUTCOMES

  1. Peserta dapat memahami konsep dari Lean Six Sigma
  2. Dapat menjalankan project continuous improvment di organisasi nya
  3. Dapat mengidentifikasi suatu masalah dan cara menyelesaikan
  4. Mengetahui bagaimana menggunakan dan mengkombinasikan antara lean & Six Sigma
  5. Memahami strategi implementasi Lean Six Sigma di perusahaan

TRAINING TOPICS

  • The history of Lean and 6 Sigma
  • Principles of Lean Business
  • Defining Quality & Cost of Poor Quality (COPC)
  • Quality Improvement Advantages
  • Improve Your Process Quality:
  • Lean Concept – Kaizen – 5S
  • The 8 Wastes
  • The Seven Basic Quality Tools
  • Voice of Customers
  • Critical to Qualities (CTQ)
  • Six Sigma Philosophy: DMAIC
  • Combining Lean and Six Sigma
  • Case Study: Lean Six Sigma Mini- Projects
2. 5 S TRAINING

DESCRIPTION

5S adalah metode penataan dan pengelolaan tempat kerja secara sistematis dan terorganisir dengan pendekatan proses perubahan sikap. 5S merupakan aktivitas yang bersifat fundamental yang sudah terbukti banyak diadaptasi dan dikembangkan diberbagai sektor industri manufaktur dan jasa di perusahaan kelas multi nasional hingga perusahaan global.

Penerapan 5S secara efektif, dapat memberikan manfaat bagi perusahaan secara visual maupun fungsional yang berdampak terhadap peningkatan produktivitas, kualitas, efisiensi biaya dan waktu, moral karyawan, dan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja serta dampak lingkungan lainnya. Aktivitas 5S yang membudaya akan memberikan dampak positif terhadap sikap kerja karyawan dan meningkatkan citra perusahaan bagi konsumen dan mitra bisnis.

PROFIL AUDIENCE

Top Manajemen, Manajer, Supervisor dan Staff

LEARNING OUTCOMES

  • Meningkatkan kualitas
  • Meningkatkan produktivitas
  • Meningkatkan efisiensi
  • Mengurangi risiko terhadap kecelakaan kerja
  • Meningkatkan disiplin dalam bekerja6-

TRAINING TOPICS

  1. Introduction
  2. Seiri / Ringkas
  3. Seiton / Rapi
  4. Seiso / Resik
  5. Seiketsu / Rawat
  6. Shitsuke / Rajin
  7. Aktivitas Penerapan S5

Menjelaskan tentang kelembagaan, tahapan aktivitas, program kerja dan tools atau instrument yang digunakan sebagai sarana pendukung terlaksananya aktivitas 5S.Pengenalan aktivitas Kaizen (Continous Improvement) dan Manajemen PDCA (Deming Cycle).

3. PROBLEM SOLVING FOR CONTINUOUS IMPROVEMENT

DESCRIPTION

Pemahaman yang baik tentang metodologi pemecahan masalah dan penggunaan alat analisis penyebab akar akan membantu peserta untuk menerapkan teknik atau alat yang tepat untuk mengatasi masalah tertentu.

Pelatihan ini dirancang untuk membantu orang-orang yang pekerjaannya mengharuskan mereka untuk menganalisis masalah, mengidentifikasi akar permasalahan dan membuat keputusan logis untuk memecahkan masalah terkait proses.

PROFIL AUDIENCE

Top Manajemen, Manajer, Supervisor dan Staff

LEARNING OUTCOMES

  • Mengindentifikasi masalah dan menyelesaikan permasalahan dalam sebuah organisasi
  • Memahami konsep yansg jelas untuk menyelesaikan sebuah permasalahan
  • Dapat menggunakan metode atau teknik yang tepatdalam memecahkan masalah untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas

TRAINING TOPICS

  • Introduction
  • PICK Chart & Roadmap problem solving step
  • Step 1 : Define Problem
  • Step 2. Quantify the problem/Baseline process
  • Step 3. Tools Problem Solving
  • Step 4. Develop Countermeasure
  • Step 5. Implement the solution
  • Step 6. Evaluate Improvement results
  • Step 7. Control the Improvement
4. SPC TRAINING

DESCRIPTION

Untuk menghasilkan produk berkualitas diperlukan upaya pemastian dalam setiap tahapan prosesnya. SPC merupakan salah satu pendekatan agar proses dalam keadaan terkendali karena dalam penerapannya, SPC mengidentifikasi secara dini timbulnya masalah sehingga bisa dilakukan tindakan pencegahan yang tepat. Secara Etimologi, Statistical Process Control terdiri dari :

  • Process : adalah suatu kegiatan yang melibatkan penggunaan mesin (alat), penerapan suatu metode, penggunaan suatu material dan atau pendayagunaan orang untuk mencapai suatu tujuan.
  • Control : adalah suatu rangkaian kegiatan umpan balik (reciprocal) untuk mengukur suatu hasil yang harus dicapai apabila dibandingkan dengan standard serta melakukan tindakan jika terjadi penyimpangan (abnormality)

Sedang secara etimologi, Statistical Process Control (SPC): adalah penerapan teknik statistik untuk mengukur dan menganalisa variasi yang terjadi selama proses berlangsung. Statistical process control (SPC) merupakan tool pemecahan masalah dalam menganalisa dan mengontrol kestabilan proses dan selanjutnya SPC dapat meningkatkan kapabilitas proses dengan cara memperkecil variasi. Suatu proses akan dikatakan baik apabila memiliki variasi yang kecil di sekitar ukuran target .

Pemanfaatan Statistical Process Control (SPC) menempati posisi yang paling penting dalam operasi perusahaan karena salah satu elemen penting dari manajemen mutu modern adalah membuat keputusan berdasarkan data (fakta) dan bukan berdasarkan pada opini. Manajemen harus memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil merupakan hasil analisa dari berbagai data yang menggambarkan performansi/kinerja yang sesungguhnya. Statistical Process Control (SPC) memiliki kemampuan untuk menggambarkan segala bentuk penyimpangan/ketidaksesuaian maupun kesesuaian terhadap standar (produk, proses maupun sistem). Statistical Process Control (SPC) berguna untuk mengidentifikasi permasalahan atau kejadian yang tidak lazim, sehingga bisa diambil tindakan yang sesuai untuk mengendalikan kinerja proses sekarang ini, serta meramalkan kinerja yang akan datang dan menyarankan tindakan perbaikan yang diperlukan.

PROFIL AUDIENCE

Manajer,Supervisor dan staff yang terkait dengan Produksi, Maintenance, dan Quality

LEARNING OUTCOMES

  • Memahami konsep dasar Statistical Process Control (SPC) dan manfaat penerapannya dalam perusahaan
  • Mampu menyiapkan lembar periksa untuk mengambil data
  • Mampu mengolah data dan membuat peta sesuai tujuannya
  • Mampu membedakan variasi Common Causes dengan variasi Special Causes
  • Mampu membaca dan mengkaji grafik untuk mendeteksi secara dini ketidaksesuaian proses
  • Mampu melakukan tindakan korektif dengan segera sebelum terjadi produk reject
  • Mampu menentukan prioritas masalah dan melakukan pemecahan masalah secara sistematis termasuk peningkatan kinerja berkelanjutan (Continous Improvement)

TRAINING TOPICS

  • Perkembangan Statistical Process Control (SPC) dan Continous Improvement
  • Konsep variasi : Common cause Variation dan Special Cause Variation
  • Langkah-langkah pengendalian proses
  • Identifikasi parameter proses
  • Statistical Process Control (SPC) Tools (Teknik statistic untuk pengendalian proses): Variable Control Chart dan Attribute Control Chart.
5. KAIZEN TRAINING

DESCRIPTION

Menghasilkan laba yang optimal dan berkelanjutan merupakan tujuan utama semua perusahaan. Laba yang optimal akan dihasilkan melalui produk yang berkualitas sesuai kebutuhan konsumen. Produk yang berkualitas hanya mampu diciptakan dari sistem manajemen kinerja yang berkualitas. Sistem tersebut harus terbangun dan senantiasa dilakukan pengembangan secara terus menerus.

Kaizen adalah salah satu metode yang banyak digunakan perusahaan khususnya manufaktur dalam rangka meningkatkan kinerjanya melalui peningkatan kualitas yang akhirnya akan meningkatkan produktifitas dan biaya. Kelebihan kaizen adalah kemampuannya untuk menggerakkan semua sumber daya yang ada diperusahaan untuk selalu fokus pada upaya perbaikan. Perbaikan dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan sehingga akan menimbulkan suasana kerja yang dinamis dan bersemangat.

Pelatihan ini akan menekankan kepada penerapan pelaksanaan kaizen, memberikan pemahaman dasar, menggali partisipasi untuk mendapatkan kondisi actual, menyampaikan benchmark dari berbagai pengalaman fasilitator dan memberikan dasar dasar keahlian dalam melaksanakan kaizen, mengenali waste, melakukan perbaikan dan melaksanakannnya secara berkesinambungan.

Sedang secara etimologi, Statistical Process Control (SPC): adalah penerapan teknik statistik untuk mengukur dan menganalisa variasi yang terjadi selama proses berlangsung. Statistical process control (SPC) merupakan tool pemecahan masalah dalam menganalisa dan mengontrol kestabilan proses dan selanjutnya SPC dapat meningkatkan kapabilitas proses dengan cara memperkecil variasi. Suatu proses akan dikatakan baik apabila memiliki variasi yang kecil di sekitar ukuran target .

Pemanfaatan Statistical Process Control (SPC) menempati posisi yang paling penting dalam operasi perusahaan karena salah satu elemen penting dari manajemen mutu modern adalah membuat keputusan berdasarkan data (fakta) dan bukan berdasarkan pada opini. Manajemen harus memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil merupakan hasil analisa dari berbagai data yang menggambarkan performansi/kinerja yang sesungguhnya. Statistical Process Control (SPC) memiliki kemampuan untuk menggambarkan segala bentuk penyimpangan/ketidaksesuaian maupun kesesuaian terhadap standar (produk, proses maupun sistem). Statistical Process Control (SPC) berguna untuk mengidentifikasi permasalahan atau kejadian yang tidak lazim, sehingga bisa diambil tindakan yang sesuai untuk mengendalikan kinerja proses sekarang ini, serta meramalkan kinerja yang akan datang dan menyarankan tindakan perbaikan yang diperlukan.

PROFIL AUDIENCE

Manajer,Supervisor dan staff yang terkait dengan Produksi, Maintenance, dan Quality

LEARNING OUTCOMES

  • Memberikan pengetahuan dan ketrampilan praktis bagi para peserta untuk dapat memahami dan memiliki kemampuan tentang pelaksanaan dan penerapan kaizen secara aplikatif dan sederhana sesuai dengan kondisi di lingkungan kerjanya.

TRAINING TOPICS

  • Pendahuluan (Defenisi kaizen, Sasaran kaizen, Manfaat kaizen)
  • Elemen Kunci Penerapan Kaizen
  • Waste (7 waste of kaizen)
  • Mengenali waste
  • Penyelesaian waste dengan efektif
  • Cost of quality
  • Implementasi Kaizen
  • PDCA
  • Tahapan penerapan kaizen
  • Potensi masalah
  • Effective tools for kaizen
  • Menghitung dampak perbaikan (saving)
  • Process Capability Analysis
  • Interpretasi control chart
  • Strategi implementasi